Di beberapa project yang saya kerjakan, Banyak owner bisnis yang mengeluh, Kenapa website saya tidak pernah mendatangkan pelanggan dan jarang sekali sampai closing? Apakah punya website masih menguntungkan bagi bisnis saya?
Tidak ada chat masuk, tidak ada email baru, tidak ada high quality leads baru, bahkan tidak terlihat tanda-tanda orang benar-benar menggunakan website itu dengan seharusnya karena masih banyak yang tanya-tanya hal yang cukup basic.
Di titik ini, banyak pemilik bisnis mulai mempertanyakan fungsi website. Apakah saya masih perlu website, apakah saya masih bisa untung dengan membuat website, atau apakah ada cara yang salah saat kelola website?
Yuk kita bahas.

Punya Website Tapi Jarang Di Update
Banyak website yang setelah selesai dibuat kemudian ditinggal begitu saja, dibiarkan mangkrak, tidak pernah dibuka, tidak di update artikelnya, bahkan tidak pernah dicek apakah website error atau down. Karena masih ada mindset:
“Domain dan hosting server saya sudah dibayar, jadi website aman laah yaa“
Padahal, website bisa saja sering down, error, atau tidak bisa diakses karena masalah hosting server dll. Ini cukup mengganggu experience buyer atau pengunjung.
Masalahnya, bukan cuma mengganggu orang yang berkunjung, tapi juga dari bot crawler Google.
Jika kondisi ini terus berulang, website akan semakin sulit muncul di Google Seach. Akibatnya organik traffic akan turun, revenue juga perlahan turun. Itu pun kalau website Anda sudah punya traffic organic dari google search.
Anda bisa cek masalah error issue website bisnis Anda di Google Search Console. Tutorial ini sedang saya tulis.
Speed Load Website Cukup Lemot Saat Dibuka
Ini juga sering terjadi. Website bisa diakses, tapi terasa lemot, terutama di ponsel.
Buat orang yang sedang mencari sesuatu dan masuk ke website yang lemot, kondisi seperti ini cukup menjengkelkan. Mereka akan langsung close halaman dan mencari website alternatif lain.
Perilaku ini juga memberi sinyal ke Google bahwa website tersebut tidak memberikan experience yang baik saat berkunjung ke website yang lemot, sehingga peringkat di google search turun, lalu traffic juga menurun, dan akhirnya website tidak terjadi konversi.
Navigasi dan Customer Journey Website Tidak Jelas
Ada website sudah punya artikel cukup banyak, tapi tidak jelas arahnya.
Pengunjung datang, membaca sebentar, lalu bingung harus ke mana.
Menu navigasi ada, tapi tidak membantu pengunjung untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan. Akhirnya, website hanya dikunjungi sebentar tanpa konversi apa pun.
Anda bisa melihat behavior pengunjung website ada dengan cara membuat beberapa event dan trigger untuk evaluasi funneling content marketing yang lebih dalam. Tujuannya untuk melihat sejauh mana pengaruh artikel tertentu terhadap closing rate di website anda. Tutorial tentang cara pasangnya untuk ini masih saya tulis.
Artikel dan Konten Tidak Relevan dengan yang Dicari Orang
Sering kali, isi website lebih fokus menjelaskan tentang bisnis itu sendiri, bukan menjawab kebutuhan pengunjung.
Padahal pengunjung mampir ke website dengan membawa pertanyaan yang spesifik.
Mereka ingin tahu apakah bisnis tersebut bisa membantu masalah yang sedang mereka hadapi.
Ketika kontennya tidak menjawab dan kurang memuaskan, pengunjung langsung pergi karena tidak ada alasan untuk mereka untuk stay.
Anda bisa pelajari tentang Intent Keyword, ini seputar keyword yang spesifik apakah itu keyword informasi, navigasi, atau keyword transaksi. Ini juga sedang tahap penulisan artikel.
Kalah Bersaing dengan Kompetitor di Google
Saat orang seaching sesuatu di Google, yang muncul di posisi teratas akan selalu mendapatkan jatah lebih banyak visitor.
Jika kompetitor tampil di peringkat teratas pencarian google, artikel lebih jelas, dan konten lebih relevan, maka pilihan calon pelanggan bisa jadi jatuh ke kompetitor.
Sedangkan Website yang posisinya di bawah sering kali lebih jarang dikunjungi. Bukan karena tidak layak, tapi karena tidak terlihat. Anda bisa pelajari materi Optimasi SEO untuk mendapatkan posisi rank yang lebih baik lagi.
Website Tidak Fokus pada Satu Niche
Pernah tau website yang punya banyak jasa atau produk yang tidak dalam 1 niche yang sama?
Tujuannya sih, semakin banyak layanan yang ditampilkan, semakin banyak niche yang ingin dijangkau.
Akibatnya menjadi terkesan kurang professional. Pengunjung bisa jadi merasa website ini benar-benar dibuat bukan untuk solusi mereka.
Terlalu Banyak Platform Checkout, Website Bukan Platform Checkout Utama
Apakah Anda salah satu seller yang menjual dan listing di banyak platform marketplace?
Seperti checkout di Whatsapp, marketplace shopee tiktokshop, dan juga di toko offline di Kota Anda?
Ini menjadi salah satu faktor kenapa website akhirnya hanya menjadi tempat alternatif untuk checkout.
Ini sangat wajar jika buyer Anda memilih platform favorit mereka untuk checkout dan akhirnya website tidak pernah mendapatkan konversi closing.
Anda bisa melakukan testing untuk platform mana yang lebih disukai buyer Anda dengan cara mengarahkan pengunjung Anda ke website saja, atau langsung ke chat admin whatsapp, atau langsung ke platform marketplace tertentu. Pelajari tentang A/b testing setelah saya selesaikan tulisan tentang A/b testing.
Copywriting Kurang ‘Nendang’
Banyak website bisnis sebenarnya sudah berisi informasi dasar yang cukup. Profil ada, layanan sudah ditampilkan semua, katalog harga sudah ditampilkan juga. Secara fungsi, website tidak kosong dan tidak salah. Tapi isinya berhenti di situ, hanya sebatas memberi informasi.
Masalahnya, website dengan copywriting yang masih minim susah mendapatkan trigger untuk sampai closing. Tidak ada kalimat hook, tidak ada trigger yang memicu orang untuk masuk ke halaman lain, membaca lebih jauh, atau langsung chat.
Copywriting sangat diperlukan untuk closing dan jualan. Wajib, karena ada trigger yang mungkin secara tidak sadar akan menggerakkan pikiran buyer untuk sampai closing. Pelajari juga materi copywriting yang setelah ini saya selesaikan.
Penutup
Kalau dirangkum, website yang tidak pernah mendatangkan buyer atau client biasanya bukan karena tidak berguna, tapi karena kurang di kelola secara maksimal untuk closing. Beberapa kemungkinannya adalah :
- Ada yang jarang dicek, di update, lalu sering down dan error
- Ada yang loading-nya lambat yang bikin orang males nunggu
- Ada yang navigasi website-nya membingungkan
- Ada yang kontennya tidak relevan dan tidak menjadi solusi dari masalah pengunjung
- Kalah bersaing di hasil pencarian Google
- Isi website yang terlalu ‘Gado-gado’, kurang terkesan professional
- Terlalu banyak platform untuk checkout, karena buyer bisa jadi lebih suka dan lebih aman untuk checkout di platform atau marketplace tertentu
- Copywriting yang ‘nendang’, kurang bisa bikin orang sampai tahap closing.
Atau ada faktor lain yang belum saya tulis diatas? Coba tulis di kolom komentar. Mari kita diskusi di kolom komentar.
Kalo mau konsultasi tentang jasa pembuatan website, jasa redesign website, jasa kelola website, jasa kelola iklan meta ads, silakan hubungi:
WA: +6285-158-19-0002 (Rey)
Alamat: Kota Banyuwangi